Regional
Kronologi Mobil Avanza Tersesat ke Dalam Hutan Gunung Putri Majalengka, Tersadar Setelah Ban Kempes

Kronologi Mobil Avanza Tersesat ke Dalam Hutan Gunung Putri Majalengka, Tersadar Setelah Ban Kempes

Mobil Avanza berpenumpang tujuh orang tersesat di hutan Gunung Putri, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (12/2021) malam. Mobil minibus yang dikendarai warga Tasikmalaya, Jawa Barat bernama Enjang Emron (49) tersebut tersesat mulai pukul 23.00 WIB. Awalnya, rombongan yang merupakan satu keluarga dalam mobil tersebut berangkat ke Cirebon untung menengok kerabatnnya yang sakit.

Mobil bernomor polisi Z 1167 LD tersebut berangkat dari Cirebon, Jumat (12/2/2021) siang. Kemudian, rombongan yang terdiri dari enam orang dewasa dan satu balita tersebut berhenti sejenak dalam perjalanannya sebelum melintas di sekitar Gunung Putri Majalengka. Mereka beristirahat dan menunaikan salat magrib sebelum melanjutkan perjalanannya menuju Tasikmalaya.

Setelah berisitirahat dan salat magrib, rombongan keluarga tersebut pun melanjutkan perjalannnya sekira pukul 19.00 WIB. Kondisi saat itu hujan dan berkabut. Kepala Dusun I Desa Maniis Asep Saepul Rohman mengatakan, sebelum tersesat, sang sopir mengaku mengalami kejadian aneh.

"Di depannya ia melihat jurang. Akhirnya ia belok kiri, sebab jalan tersebut bagus dan banyak lampu lampu," ujar Asep kepada Kompas.com, Minggu (14/2/2021). Asep menjelaskan, sebenarnya jurang yang dilihat sang sopir adalah jalan menuju Tasikmalaya yang sejak awal dituju mobil berisi 7 orang anggota keluarga tersebut. Jalan tersebut, menurut Asep, adalah jalan alternatif menuju Tasikmalaya.

"Memang kalau dia lurus itu bisa ke Tasikmalaya. Mungkin karena ia lelah atau apa, akhirnya ia melihat jurang di depannya. Dia waktu itu belok kiri. Dia juga tidak terasa kalau jalan dilaluinya itu semak semak dan penuh batu," kata Asep. Asep mengatakan, mobil yang berisi 7 orang tersebut baru menyadari tersesat ketika salah satu ban mobil bocor. Saat ban mobil tersebut bocor, menurut Asep, sang sopir mulai sadar bahwa ia dan rombongannya tersesat di tengah hutan Gunung Putri.

"Akhirnya sang sopir mengabari temannya yang ada di Majalengka dan sekitarnya kalau ia tersesat. Beruntung warga mengetahui, akhirnya berhasil dievakuasi," kata Asep. Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda melalui Kapolsek Cingambul, AKP Udin Saepudin mengatakan mobil tersebut tersesat sejauh 5 km dari jalan raya. Diketahui, peristiwa itu terjadi di jalan menuju hutan Gunung Putri, Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.

"Saat itu, tiga anggota kami dengan mengenakan jaket warna hitam dan dibantu 1 satu warga melakukan pencarian 7 warga yang tersesat menuju hutan gunung putri Blok Maniis Tonggoh Desa Maniis akibat oleh kabut tebal dan hujan yang cukup deras dan pengemudi belum mengenal jalan," ujar AKP Udin saat dikonfirmasi, Minggu (14/2/2021). AKP Udin menceritakan, saat itu anggota piket jaga Polsek Cingambul mendapatkan informasi dari masyarakat adanya kejadian kendaraan tersesat menuju hutan Gunung Putri Blok Maniis Tonggoh Desa Maniis. Hal itu, akibat kabut tebal dan hujan cukup deras dan pengemudi belum mengenal jalan.

"Selanjutnya, para anggota Polsek Cingambul Aipda II Kustianto, Aipda Hadi Riyanto, dan Bripka Yanuar melakukan pencarian dengan dibantu oleh 1 warga sekitar menyusuri jalan yang diduga jalur yang dilewati oleh kendaraan yang tersesat," ucapnya. Dikatakan Kapolsek, pencarian para penumpang mobil tersebut dengan berjalan kaki karena jalan tersebut tertutup longsor beberapa titik. Akhirnya, kendaraan dapat ditemukan pada, Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

"Kemudian, semua penumpang dan pengemudi dievakuasi menuju rumah warga dalam keadaan selamat dengan dibantu warga," jelas dia. Saat ini, Kapolsek menambahkan, para korban sudah dikembalikan ke tempat asalnya di Tasikmalaya. Sementara, mobil baru berhasil dievakuasi, Minggu (14/2/2021) pagi. Kepala Dusun I Desa Maniis Asep Saepul Rohman mengatakan di lokasi tersebut memang sering terjadi kendaraan yang tersesat dan kecelakaan.

"Intinya harus banyak banyakin doa lah (istighfar). Kalau misalnya mesin rem sudah panas, masih mending perjalanan dihentikan dan juga hati hati," kata dia. Asep pun mengatakan, sopir mobil tersebut tidak menggunakan peta digital atau Google Maps saat melakukan perjalanan. Hal senada pun diungkap Paur Subbag Humas Polres Majalengka, Aipda Riyana.

Menurut Riyana, kasus mobil tersesat di kawasan hutan Gunung Putri tersebut bukan kali pertama. Dari cerita warga sekitar, kejadian tersebut diketahui sudah sering terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *