Nasional
PPI Tegaskan Keluarga Benteng Utama Atasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme

PPI Tegaskan Keluarga Benteng Utama Atasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme

Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) SJ Arifin mengatakan keluarga merupakan benteng utama untuk mengatasi bahaya radikalisme dan terorisme. Sebab, Arifin menilai pendidikan di luar rumah bisa jadi tak cukup mencegah lahirnya radikalisme atau terpaparnya seseorang dari radikalisasi. "Dalam konteks ini pendidikan luar rumah yang dijalankan negara maupun masyarakat pun bisa jadi tidak mencukupi untuk dapat mencegah lahirnya radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme," ujar Arifin, dalam diskusi virtual yang digelar PPI bertajuk 'Mengatasi Masalah Terorisme dan Radikalisme', Jumat (9/4/2021).

Dia pun menilai peran keluarga sangatlah krusial dalam mencegah seseorang terpapar radikalisme. Karena pengawasan yang ketat cenderung melekat dari keluarga. "Di sinilah peran penting keluarga sebagai unit sosial yang paling dekat dengan individu. Dari keluarga lah pengawasan melekat dapat dilakukan, pendidikan lebih intensif dijalankan," ungkapnya. Bahkan, Arifin memandang intoleransi bisa menjadi bibit awal dari radikalisme, sebagaimana radikalisme dapat menjadi bayi terorisme.

Karena itu, pencegahan berarti penguatan pendidikan sejak dini yang terintegrasi sedemikian rupa dalam penangkalan pemikiran yang kondusif terhadap lahirnya radikalisme. "PPI memandang penting pendidikan berbasis keluarga yang dapat digunakan sebagai sarana utama deradikalisasi dan kontra radikalisme sejak dini," tandasnya. Dalam acara ini, hadir pula sebagai pembicara antara lain anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, mantan Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto, Wakil Ketua LHKP PP Muhammadiyah Ridho Al Hamdi, dan pengamat terorisme Islah Bahrawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *